Guru Diniyah dan Tokoh Agama Islam Tolak Fullday School di Kabupaten Sukabumi

Written by Fat Haryanto. Posted in Kabar Dapil

Lensasukabumi.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan Guru Madrasah Diniyah  Kabupaten Sukabumi mendatangi Posko Pengaduan Rumah Aspirasi anggota DPR RI Hj. Reni Marlinawati di jl. Brawijaya, Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Rabu (09/08/17).

Kedatangan tersebut dalam rangka penolakan terhadap lima hari Sekolah atau yang di sebut dengan Full Day School di Kabupaten Sukabumi, Hj. Reni Marlinawati menyambut dengan baik kedatangan mereka dan mempersilakan kepada setiap perwakilan untuk menyampaikan aspirasi yang akan disampaikan terkait dengan isi penolakanya, kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang depan Rumah Aspirasi.

Peri  (Ketua PGMI) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, perlu diketahui tolak ukur pendidikan masyarakat adalah dengan agamanya, pendidikan dasar yang telah ada yakni Madrasah Diniyah, dan dari PGMI Kabupaten Sukabumi menolak  dengan instruksi sekolah fullday School,”ucapnya.

Hal senada pun di sampaikan oleh Adi Supriadi Salah seorang Guru Madrasah ia menolak Fullday School di Kabupaten Sukabumi, bahkan mengaku bahwa ada sebagian muridnya yang berhenti akibat pulang sekolahnya sore dampak dari fullday School.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Reni Marlinawati selaku anggota DPR RI Praksi Partai PPP mengatakan, bahwa jauh-jauh hari telah Melakukan hal tersebut, yakni menolak sekolah lima hari atau Fullday School, karena secara bukti dilapangan telah merugikan sekolah Madrasah Diniyah yang ada,”Siswa sekolah Diniyah akibat adanya fullday School berhenti dengan alasan pulang sekolah sore.

Masih Kata dia, Fenomena tersebut adalah Sangat merugikan, dan ini masalahnya bukan partai politik tapi, urusannya anak sebagai generasi penerus bangsa yang harus di selamatkan karena ada pengikisan dari pendidikan agamanya. Hal tersebut akan disampaikan kepada pemerintah dan semoga saja Bapak Presiden Jokowi melihat fenomena yang terjadi,”pungkasnya.

Tanggal: 10 Agustus 2017

Sumber: http://lensasukabumi.com/index.php/2017/08/10/guru-diniyah-dan-tokoh-agama-islam-tolak-fullday-school-di-kabupaten-sukabumi/