Kota Sukabumi Masuk Lima Besar Jumlah Pengidap HIV/AIDS Terbanyak di Jabar

Written by Fat Haryanto. Posted in Liputan Media

KOTA Sukabumi, Jawa Barat, masuk lima besar daerah dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Jawa Barat. Hanya saja, pengidap HIV/AIDS di wilayah itu yang terdata Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat tidak seluruhnya warga Kota Sukabumi.

"Sepanjang 2000 hingga 2017 jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi sebanyak 1.197 orang. Memang kita masuk dalam lima besar di Jawa Barat. Tapi di Kota Sukabumi itu cukup unik karena pengidapnya bukan hanya warga sini saja. Hampir 60% merupakan warga dari luar Kota Sukabumi," kata Ketua KPA Kota Sukabumi Achmad Fahmi di sela-sela deklarasi resolusi pemuda milenial Jawa Barat di aula Kodim 0607 Kota Sukabumi, Senin (30/10).

Jika dikategorikan, lanjut Fahmi, mayoritas pengidap HIV/AIDS itu berusia 15-35 tahun atau usia produktif. Faktor penyebab penularannya masih didominasi penggunaan jarum suntik (penasun) dan hubungan seksual.

"Ini artinya, pengidap HIV/AIDS itu relatif cukup tinggi di kalangan usia sekolah (pelajar). Kami dari KPA bekerja sama dengan berbagai pihak terus mengintervensi ke sekolah-sekolah menyosialisasikan bahayanya HIV/AIDS," tutur Fahmi yang saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Sukabumi itu.

Sebagai generasi muda, sebut dia, para pelajar juga selalu diingatkan agar menjauhi aksi-aksi kekerasan, narkoba, maupun menghindari risiko terpapar HIV/AIDS. Digelarnya deklarasi resolusi pemuda dan remaja yang melibatkan ratusan pelajar dari 51 SMA, SMK, dan MA tersebut tentunya menjadi sarana mengingatkan kembali masyarakat, terutama kalangan pelajar, agar tidak coba-coba 'bermain api'.

"Mereka memiliki masa depan yang masih panjang. Kegiatan ini (deklarasi resolusi pemuda milenial) merupakan upaya preventif untuk menyadarkan seluruh elemen agar bersama-sama mencegah HIV/AIDS. Penggunaan gadget juga sangat berpengaruh terhadap perilaku. Makanya sekaligus juga kita kampanyekan gerakan internet sehat," tuturnya.

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Jawa Barat, Iman Tedjarachmana, menyebut Jawa Barat berada di peringkat keempat jumlah terbanyak kasus HIV/AIDS di Indonesia. Hingga 2017, jumlah temuan HIV mencapai 29.533 kasus dan temuan AIDS mencapai 8.043 kasus.

"Jumlah kasus ini menempatkan Jawa Barat berada di peringkat keempat provinsi di Indonesia dengan kasus HIV/AIDS terbanyak," tuturnya.

Sebaran lima besar daerah dengan jumlah terbanyak kasus HIV/AIDS di Jawa Barat berada di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kota Sukabumi. Kegiatan deklarasi resolusi pemuda milenial tentunya diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang kondusif agar nantinya mereka terhindar dari berbagai pengaruh-pengaruh negatif.

"Lingkungan yang kondusif akan menghindarkan mereka (pemuda dan pelajar) dari bujuk rayu radikalisme, penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan, dan HIV/AIDS. Dukungan ini dilakukan melalui sosialisasi, pencegahan dini, pelatihan, dan pembinaan secara menyeluruh dan berkesinambungan," pungkasnya.

Anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati, mengaku kaget dengan fenomena sosial di Kota Sukabumi yang masuk dalam lima besar jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak di Jawa Barat. Namun yang cukup melegakan ternyata hampir 60% pengidap HIV/AIDS itu tercatat sebagai warga luar daerah.

"Bukan berarti pengidap HIV/AIDS itu seluruhnya warga Kota Sukabumi. Dari data KPA, ternyata Kota Sukabumi jadi tempat penanganan. Tapi data itu dicatat di KPA. Kalau warga Kota Sukabuminya sendiri hanya sekitar 40%. Tapi ini tentunya jadi keprihatinan. Sejauh ini KPA Kota Sukabumi sudah bekerja maksimal sehingga mendapatkan prestasi sebagai daerah yang sukses melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS di Jawa Barat," tandasnya. (OL-6)

Tanggal: 30 Oktober 2017

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/news/read/129677/kota-sukabumi-masuk-lima-besar-jumlah-pengidap-hiv-aids-terbanyak-di-jabar/2017-10-30