Tutup Celah SKTM Fiktif, Pelaku Harus Ditindak Tegas

Written by Fat Haryanto. Posted in Liputan Media

JAKARTA, BALIPOST.com – Menjelang tahun ajaran baru, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) fiktif kerap muncul di sejumlah daerah. Untuk itu, keberadaan SKTM fiktif di sejumlah daerah untuk keperluan mendaftar sekolah, harus dicermati secara serius oleh pemerintah, pihak sekolah dan aparat penegak hukum.

“Praktik pembuatan SKTM fiktif ini telah merusak mental dan nalar para calon peserta didik. Praktik ini harus menjadi perhatian serius agar ke depan, tidak ada lagi praktik pembuatan SKTM fiktif yang jelas merugikan yang lainnya,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7).

Ia meyakini keberadaan SKTM fiktif tidak dilakukan satu pihak tetapi banyak pihak. Karena, keberadaan SKTM fiktif melibatkan orang tua dan aparat pemerintah yang mengeluarkan SKTM.

Keberadaan SKTM fiktif tersebut, kata Reni, melibatkan orang tua dan aparat pemerintah yang mengeluarkan SKTM. “Karena itu, penggunaan mekanisme jalur hukum patut dipertimbangkan, mengingat masifnya praktik pembuatan SKTM fiktif ini. Jelas praktik ini melanggar etika, norma dan hukum yang berlaku,” sebut pimpinan Komisi DPR yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, kebudayaan, parawisata serta ekonomi kreatif ini.

Baca juga:  SMP Negeri Bertambah, Zonasi PPBD Klungkung Diubah

Ia meminta pemerintah khususnya lembaga pengelola pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, membuat suatu sistem yang memungkinkan agar tidak ada lagi praktik penggunaan SKTM fiktif.

Tanggal: 11 Juli 2018

Sumber: http://www.balipost.com/news/2018/07/11/50009/Tutup-Celah-SKTM-Fiktif,Pelaku...html